Info Wisata, Kulineran & Gaya Hidup

Jenis Pantun Menurut Usia

89

Pantun adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu). Tiap bait biasanya terdiri atas empat baris dan bersajak (a-b-a-b). Dalam setiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata. Baris pertama dan baris kedua disebut sampiran. Sampiran untuk mengantarkan rima. Baris ketiga dan keempat disebut isi. Isi merupakan tujuan atau maksud dari pantun. Dengan demikian, mampu disimpulkan ciri-ciri dan bagian pantun.

Di Dalam bahasa Jawa misalnya kita mengenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda biasa di kenal dengan paparikan sedangkan di dalam bahasa Batak biasa di sebut sebagai umpasa. Secara umum pantun memiliki ciri-ciri sebagai berikut

  1. Pantun bersajak a-b-a-b,
  2. Satu bait terdiri atas empat baris,
  3. 3Tiap baris terdiri atas 8 hingga 12 suku kata.
  4. Pantun terdiri atas dua (2) bab, adalah sampran dan isi. Sampiran merupakan kata-kata dalam dua baris pertama atau baris kesatu dan kedua di setiap bait. Isi, merupakan kata-kata dalam dua baris terakhir, atau baris ketiga dan keempat di setiap bait.

Contoh :
Bersinar terik sang matahari (a)
Bagai api panas membara (b)
Rajin berolahraga beladiri (a)
Badan berpengaruh hati bangga (b)

Bagian Pantun
Sampiran Isi
Bersinar terik sang matahari
Bagai api panas membara
Rajin berolahraga beladiri
Badan kuat hati gembira
 Tiap bait biasanya terdiri atas empat baris dan bersajak  Jenis Pantun Berdasarkan Usia

Pantun mampu digolongkan menjadi tiga (3) sesuai siklus kehidupan (usia) manusia. Ada pantun kanak-kanak, pantun muda, dan pantun tua. Pantun kanak-kanak berisi perihal suka cita. Pantun muda berisi tentang perkembangan. Pantun tua berisi tentang pesan tersirat.

Read More :  Pengertian Unsur Dan Manfaat Bahu-Membahu

Berikut pola ketiga pantun tersebut.
A. Contoh Pantun Kanak-Kanak
Pantun kanak-kanak yakni pantun yang memiliki kaitan dengan masa kanak-kanak yang mana pantun ini menggambarkan makna suka cita maupun sedih cita

Terbang rendah burung kutilang
Hinggap di dahan sambil menoleh
Hatiku senang tidak kepalang
Ayah pulang membawa oleh-oleh
Sapi putih tarik pedati
Pedatinya bergoyang-goyang
Ayah selalu baik hati
Aku ditimang aku disayang.
Rajut kain dengan benang
Rajutnya dengan putri dayang
Ayah pulang hati senang
Wajah ibu juga riang.
Kolang kaling es kelapa
Campur sedikit air nira
Ayah pulang bawa apa
Ayah pulang bawa besar hati
Burung dara terbang melanglang
Hinggapnya di pucuk dedahanan
Setiap kali ayah pulang
Selalu saja ada kuliner
Burung merpati burung dara
Terbang tinggi jauh melanglang
Hati ini amat bangga
Sebentar lagi ayah pulang

B. Contoh Pantun Muda
Pantun muda ialah pantun mengenai kehidupan masa muda yang berisi atau bermakna perkenalan, relasi asmara dan rumah tangga, perasaan (kasih sayang, iba, iri), dan nasib.

Read More :  Acuan Daur Hidup Beberapa Binatang
Hujan turun rintik-rintik
Ada gubug di tepi sawah
Wahai dinda berwajah anggun
Bolehkah kanda main ke rumah
Dari Bantan ke Tanjung Kandis
Berlayar ditumbang utara
Lagi berhadapan mulutnya manis
Balik belakang lain bicara
Ambil puan di atas kerikil
Hendak berlayar ke benua Jawa
Jika tuan berkata begitu
Esok hari kakanda bawa
Ambil puan dari merinda
Pandan di jawa aku robohkan
Jika tuan membawa adinda
Badan dan nyawa saya serahkan
Terang bulan terperinci kepaya
Raja mesir bertenun kain
Tuan dipandang bertambah caya
Rasaku tidak pada yang lain
Ayam belanda terbang ke jambi
Pandan di jawa diagungkan
Jika kakanda nengingkar akad
Badan dan nyawa menanggungkan

C. Contoh Pantun Tua
Pantun tua ialah pantun mengenai orang tua, budaya, agama, dan pesan yang tersirat. Berikut beberapa teladan pantun tua :

Enak benar tinggal di Batujajar,
Segar udaranya, indah, dan permai,
Anak sekolah rajinlah berguru,
Agar cita-citanya kelak tercapai.
Pohon nangka berbuah lebat
Bilalah masak harum juga
Berumpun pusaka berupa adab
Daerah berluhak alam beraja
Anak ayam turun sepuluh
Mati seekor tinggal sembilan
Bangun pagi sembahyang subuh
Minta ampun kepada Allah
Bulu merak manis berkaca
Gugur sehelai ke dalam baldi
Jika tak banyak kitab dibaca
Jangan mengaku khatib dan kadi
Diantara padi dengan selasih
Yang mana satu tuan luruhkan
Diantara kecerdikan dengan kasih
Yang mana satu tuan turutkan
Perang ditetak ke batang sena
Belah buluh taruhlah temu
Barang dikerja takkan sempurna
Bila tak pernah menaruh ilmu
Read More :  Memahami Satuan Waktu Kelas V Kurikulum 2013

Ayo Berkreasi
Kamu telah memahami beberapa pola pantun menurut siklus kehidupan (usia) manusia. Mulai dari pantun kanak-kanak, pantun muda, hingga pantun renta. Coba, buatlah pantun berdasarkan siklus kehidupan (usia). Bacakan hasil karyamu di depan kelas secara bergantian. Bcakan juga dengan lafal, intonasi, dan verbal yang sempurna.

Ayo Mencoba
Coba tuliskan pantun yang isinya menggambarkan kondisi badan yang sehat. Tuliskan dalam kolom berikut.

Si ahmad makan ketupat
Makan ketupat sepiring bertiga
Jika kamu mau hidup sehat
Rajin rajinlah berolahraga
Jalan jalan ke pulau kalimantan
Jangan lupa beli mangga
Aku jarang sakit sakitan
Karena suka berolahraga
Makan durian satu bertiga
Sedap nikmat di bagi rata
Jikalau rajin berolahraga
Sehat kuatlah badan kita
Wakil raja disebut patih
Lihat pesawat di dalam hanggar
Perbanyaklah minum air putih
Agar badan selalu bugar
Makan durian satu bertiga
Sedap nikmat dibagi rata
Jikalau rajin berolah raga
Sehat kuatlah badan kita
Tinggi kokoh bangkit gagah
Rimbun nian si pohon jati
Lebih baik kita mencegah
Daripada harus kita obati 

Kondisi tubuh manusia yang sehat adalah di antaranya peredaran darahnya lancar.

Comments are closed.